5 Taktik Pemberian Harga Produk

Pada artikel ini, saya akan membagikan taktik pemberian harga pada produk anda. Untuk seorang enterpreneur, pemberian harga pada produk merupakan pekerjaan yang terkadang menguras keringat, karena, bisa jadi harga yang kita pasang terlalu besar atau terlalu kecil. Nah, dengan taktik yang saya akan p

8 months ago - 5 min read

 1. ”useless” Pricing (Harga yang tidak berguna)

Dan Ariely memberikan contoh penawaran berlangganan dari “The Ecomnomist”. Ada 3 jesnis cara berlangganan, yang manakah yang anda akan pilih?

  1. Berlangganan untuk web saja : $59
  2. Berlangganan media cetak(majalah) saja : $125
  3. Berlangganan web dan majalah : $125

Kita bisa melihat dengan jelas bahwa penawaran 2 tidak berguna. Hal ini bisa dibenarkan, karena setelah menawarkan kepada 100 mahasiswa MIT, tidak ada yang memilih penawaran ke 2.

Dia menghapus penawaran yang ke 2 dan menawarkan lagi kepada 100 mahasiswa MIT lainnya. Tapi apa yang terjadi?

Sebelum opsi 2 dihilangkan : Penawaran 1 = 16% | Penawaran 3 = 84%
Setelah opsi 2 dihilangkan : Penawaran 1 = 68% | Penawaran 3 = 32%

Kita bisa melihat bahwa penawaran 3 menurun drastis setelah penawaran 2 dihapus.

Kenapa ini bisa terjadi? Pada kenyataannya orang?—?orang tidak benar?—?benar mengetahui apa yang mereka inginkan. Mereka rentan kepada dan membutuhkan informasi eksternal untuk membantu memutuskan.

Jadi, pilihan harga “tidak berguna” bisa jadi berguna.

2. Klasik “9”

Ketika anda berada di supermarket anda akan melihat banyak sekali barang yang berakhir dengan angka “9”. Rp. 39.000 vs Rp. 40.000, semua orang tahu bahwa pada dasarnya ke 2 angka ini sama. Pastinya semua orang paham bahwa ini adalah trik marketing tapi.. bisakah mereka menghindari efeknya?

Berdasarkan riset dari Quantitative Marketing and Economics, Jawabannya adalah TIDAK. Harga yang berakhir dengan angka 9 sangat efektif bahkan lebih efektif dari produk yang sama dengan harga yang lebih murah!

Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh MIT dan University of Chicago, sebuah baju diberi harga $34, $39, dan $40. Sangat mengherankan, ternyata baju yang seharga $39 lebih banyak dibeli, bahkan lebih dari penjualan baju seharga $34. Singkatnya, harga yang berakhir dengan angka 9 masih mengalahkan harga yang lebih rendah.

3. Anchoring (Informasi pertama)

Bagaimana cara menjual Martabak seharga Rp. 15.000? sandingkan dengan Martabak seharga Rp. 25.000.

Teknik ini dikenal sebagai anchoring. Anchoring merupakan kebiasaan seseorang yang terlalu bergantung kepada informasi yang pertama yang tersedia ketika membuat keputusan.

Coba anda ke penjual jam tangan Rolex, anda akan melihat jam tangan seharga $2000 kelihatan murah disandingkan dengan jam tangan $10.000, akan tetapi di toko lain, $2000 terlihat mahal jika disandingkan dengan jam tangan seharga $200.

4. Memberikan 3 Pilihan

Jika anda menemukan beberapa pilihan harga, apakah anda akan memilih pilihan yang “lebih aman”, dengan memilih opsi yang tengah? anda tidak sendirian. Dalam buku “Priceless”, William Poundstone melakukan penelitian harga ini dengan bir.

Sebuah Bar menyediakan 2 jenis bir yaitu, Bir 1 = $1.8 dan Bir 2 = $2.5.Penjualan Bir 1 = 20% sedangkan penjualan Bir 2 = 80%
Owner menambahkan pilihan Bir 3 = $3.4
Ternyata, di akhir bulan, penjualan Bar ini meningkat drastis
Bir 1 = 5%Bir 2 = 85%, dan Bir 3 = 10%. Lebih banyak orang yang memilih Bir 2 daripada sebelumnya dan yang paling menarik adalah selalu ada orang yang membeli bir yang terbaik, berapapun harganya.

5. Mengubah Persepsi

Menurutmu, kampanye yang manakah yang akan anda ikuti? “Ayo, Sedekah Rp. 10.000 perhari!” atau “Ayo, Sedekah Rp. 3.600.000 setahun!”? Kedua kampanye ini meminta donatur untuk bersedekah dengan jumlah yang sama, akan tetapi kampanye pertama lebih sukses.

Ini karena orang?—?orang selalu membandingkan apa yang akan mereka keluarkan dengan apa yang mereka bisa beli. Rp. 10.000 sama dengan harga sebungkus nasi kuning, tapi Rp. 3.600.000 seharga HP baru.

Dimana anda bisa menjual air mineral yang biasanya seharga Rp. 1.000 menjadi Rp. 2.000? Anda bisa menjualnya di restoran ternama.

Anda juga bisa membuat kategori baru dengan mengganti nama “Kopi Hitam” menjadi “Coffe Americano” dan harganyapun bisa dinaikkan. Trust me, it works!

tulisan ini disadur dan diubah dari http://www.blueperks.com.sg/5-pricing-tactics-you-always-fall-for/


Tulis cerita menarikmu di Penna!

Tags : enterpreneur marketing

5 92 reads

Abdul Ahkam@abdulahkam

Follow
Comments • 0