Seperti apa saja cinta yang pernah kalian temukan?

Cinta itu ketika kamu memegang HP terlalu lama, kemudian teman di sampingmu bertanya “kamu sehat?” karena tanpa kamu sadari orang-orang mengira HPmu terlalu lucu hingga membuatmu senyum-senyum sendiri

5 months ago - 7 min read

Seperti apa saja cinta yang pernah kalian temukan?

Aku dan kalian semua pasti sudah bertemu cinta ketika pertama kali membuka mata, merasakan pelukan bersama tawa menyambut hadir kita, menerima kenyataan bahwa dunia adalah tempat untuk tumbuh besar dan bertambah dewasa untuk bertemu cinta demi cinta lainnya.

Hingga pada saat kamu tidak hanya bertemu dan merasakan cinta, tapi juga telah bisa menerjemahkan apa itu cinta.

Iya, cinta.

Cinta yang kau temukan saat perutmu lapar dan kemudian ada yang bertanya, “kamu sudah makan?”

Cinta yang ketika kamu hanya tidak sengaja berucap “duh” kemudian dia buru-buru menghampirimu, mengerutkan keningnya dan bertanya “ada yang terluka?”

Cinta itu ketika kamu memegang HP terlalu lama, kemudian teman di sampingmu bertanya “kamu sehat?” karena tanpa kamu sadari orang-orang mengira HPmu terlalu lucu hingga membuatmu senyum-senyum sendiri

Cinta, ketika baru bangun tidur di pagi hari, buru-buru menyalakan HP, memastikan adakah pesan yang tidak sempat terbaca karena ketiduran.

Cinta, saat kamu bepergian kemana saja, selalu memberi kabar bahkan mengirim gambar kepada dia

Cinta, ketika HPmu berdering dan sepersekian detik membuatmu berfikir bahwa itu dari dia hingga kamu sadar nada panggilan darinya telah kamu setting berbeda

Cinta, ketika banyak sekali yang ingin diutarakan ketika tidak bertemu, tapi diam seribu bahasa saat dia menyapa kamu

Cinta, menjadikan tempat pertemuan serasa taman penuh bunga dan jarak menjadi rasa penuh rindu

Cinta, membuat yang tadinya bangun pagi menjadi bangun subuh

Cinta, ketika draf musikmu berubah menjadi gudang lagu berlirik rindu bernada sendu

Cinta ketika kamu mulai menghafal 12 digit angka tidak teratur untuk bisa menghubunginya dimana saja, kapan saja

Cinta ketika kamu lebih mengingat kata-kata yang sekali dia ucapkan dibandingkan materi sekolah yang berulang-ulang kali guru privatmu ajarkan

Cinta, saat koleksi penak-pernikmu bertambah dengan warna kesukaannya.

Cinta, saat hari ulang tahunnya menjadi lebih spesial dari pada hari ulang tahun sahabatmu sendiri

Cinta, saat kamu terpaksa senyum manis, ketika melihat dia jalan bersama sahabat wanitanya, walau hatimu perih seperti luka yang diberi jeruk nipis

Semua itu cinta

.

.

“katanya”.

Padahal, kenyataannya cinta itu tidk se-naif itu. Cinta adalah ketika kamu berani menunjukkan dirimu yang sebenarya, dan dia menerima kamu apa adanya. Bukannya sok-sok perhatian dan kepura-puraan lainnya. Satu lagi, untuk kakak yang cantik dan yang ganteng, tidak ada cinta sebelum menikah ya. Tidak ada.

Jadi perlu ku jelaskan, bahwa Cinta itu hanif. Betul-betul murni, tanpa topeng sama sekali. Dan cinta seperti itu tidak akan kamu temukan sebelum kamu menikah.

.

.

Cinta itu, seperti orang tua kepada anaknya.

Pikir saja, apa yang orang tua tidak tau tentang dirimu? Segala seluk belukmu, kecerobohanmu, kepayahanmu, segala keamburadulanmu, hingga semua sudut-sudut keburukan tentangmu, orang tua telah lulus jika hanya diminta untuk menjelaskan semua itu, satu per satu dengan rinci. Tapi, mereka tetap memberimu uang jajan, mereka tetap memberikanmu tempat berteduh yang aman, mereka bahkan memberikanmu alat transportasi yang nyaman, tidak lupa dengan suguhan makanan yang pasti menyehatkan. Lalu, cinta seperti apa yang sudah kita beri kepada orang tua?

Cinta itu seperti Rasulullah kepada ummatnya.

Coba banyangkan ketika kamu sakit? Apa yang kamu pikirkan? Tentu saja kesehatanmu ya, bagaimana caranya supaya kamu cepat sembuh, dokter mana yang seharusnya kamu kunjungi, makanan apa yang kamu harus makan dan lain-lainnya. Nah, beda lagi dengan Rasulullah saw., bukan hanya sakit, tapi ketika itu beliau sedang menghadapi ajal, tapi yang diingat hanyalah ummatnya. Yang beliau pikirkan, adalah bagaimana nasib ummat sepeninggal beliau, akankah manusia tetap aman kehidupannya, apakah tetap saling kasih sayang, apakah tetap mengabdi kepada Allah. Sehingga pesan yang diberikan oleh beliau di akhir hidupnya adalah agar ummat tetap menjaga Shalat, apapun kesibukan di dunia. Padahal, jika kita pikirkan kembali, shalat akan membawa kebaikan bagi orang yang menjalankan. Maka itu berarti, Rasulullah sebelum wafatnya saja, masih memikirkan kebaikan untuk kita, ummatnya. Kita yang hidup seribuan tahun setelah wafatnya. Jika itu kita? apakah kita akan peduli dengan orang yang duduk di sebelah kita saja, misalnya, yang sama sekali belum kita kenal?. Pikir lagi. Cinta seperti apa itu. Bagaimana kita bisa punya rasa cinta yang sama seperti cinta Rasulullah saw. kepada kita?

Cinta Allah kepada makhluknya.

Gausah ditanyaaaaa...

Oksigen yang kita hirup setiap waktu, rezeki yang mengalir setiap hari, ilmu, kesehatan, keimanan. Dan jutaan hal lainnya yang sudah Allah berikan, adalah bukti cinta Allah swt kepada kita. Jika orang tua bisa mengenal kita hingga ke sudut-sudutnya. Allah lebih mengenal kita hingga ke sel-sel atom di tubuh kita. Semuaaaanya. Mungkin kita masih bisa menyembunyikan beberapa keburukan di depan orang tua, tapi tidak ada apapun yang bisa disembunyikan dari Allah. Dan dengan segala hal tentang kita yang diketahui-Nya, Allah selalu membuka kesempatan-kesempatan baru disetiap pagi dan juga memberikan pengampunan-pengampunan baru disetiap malam.

Aku berharap, dengan besarnya cinta tulus yang selalu kita dapatkan dari orang tua, dari doa Rasulullah, dari hidayah Allah swt, kita diberikan kesadaran untuk bisa membalas dengan cinta yang sama, atau jika tidak bisa, semoga kita bisa menjalankan apapun yang menjadi harapan orang tua, harapan Rasulullah saw., juga harapan Allah swt., yaitu mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Semoga kita mampu berhati hanif, dan diberi pendamping hidup yang berhati hanif pula. Aamiin.

.

.

*Ingat lagi, tidak ada cinta sebelum menikah. Yang punya pacar, udah putusin aja. Rugi. Kalau dia ternyata memang cinta, paling-paling kamu dilamar. Udah gitu aja. Lebih keren, lebih sah.


Salam penna, Nur Aisyah

Sumber : dikutip dari artikel di blog saya yg lainnya di https://nuraisyahgemilang.wordpress.com/2016/12/13/seperti-apa-saja-cinta-yang-pernah-kalian-temukan/

Tulis cerita menarikmu di Penna!

Tags : cinta cinta keluarga cinta Rasulullah cinta Allah cinta sempurna

1 79 reads

Nur Aisyah@aisyah

Merangkai kata dengan penghayatan penuh, dari kisah hidup manusia

Follow
Comments • 1

Rian Yulianto W @rianyw 3 months ago

ceritanya menarik ya mbak :)
Reply