Dengan atau Tanpa Jempol

4 months ago - 3 min read

Alhamdulillah, semoga dengan pengumuman pemenang ini menjadi awal yang baik. Untuk tidak menua tanpa cerita ataupun gantung pena. terdorong dari pengumuman lomba ini, saya ingin menuliskan kalimat kebahagian disini..

Terimakasih kepada Penna.id yang memberikan ruang untuk menuangkan cerita, untuk semua sahabat penna saya ingin mengutip kalimat yang tersohor dari presiden kita ke-6, lanjutkan !!! tak ada kata pensiun untuk menjadi seorang peramu kata, berceritalah karena  bahkan ayat-ayat cinta-Nya sebagian besar adalah tentang cerita...

Aku pernah ditolak puluhan kali penerbit, kalah dalam puluhan lomba, sempat buntu ide dan hampir terfikir untuk tak meneruskan draft-draft dari ramuan kata yang tersimpan rapih dalam folder. Energi itu selalu kembali bangkit saat tangan kaki ini menyusuri perjalanan yang tak sekedar berwisata ria, pun dengan pendakian Cikuray kemarin, awal mula mengikuti lomba lebih sedekit karena terdorong rindu, rindu ketinggian juga cerita berkawan dalam perjalanan merangkak naik keatas. oh iya kalian, terimakasih telah memberikan inspirasi dan pengalaman menarik ini. Ada beberapa kejadian "anggap saja unik" hehe yang sempat mewarnai perjalanan mengukir penna dalam mengikuti lomba ini, daftar saat batas waktu deadline, penyakit lupa yang kumat sempat nge-hang mengingat password yang dibuat, minim waktu untuk promote link dan oh iya Hp saya pun hilang sebelumnya, alhasil tak bisa share link dengan tautan WA ini yang tadinya saya harapkan bisa mengumpulkan pundi-pundi jempol, sempat meng-share link cerita yang di lombakan di FB, jempol-jempolnya malah nyangkut di status, nengok dasboard akun di Penna pun kumpulan jempol masih saja tak kunjung datang, ku fikir akan berbanding lurus dengan kemenangan tapi ternyata, alhamdulillah yah sesuatu...

semoga jempolnya semakin produktif untuk tetap meramu kata, dengan atau tanpa jempol tetaplah bercerita...


Satu bait dari tarian jempol kali ini, meski tanpa judul


Semilir angin siang itu membawa dedaunan kering yang telah gugur..
Menerbangkan harap, membangkitkan asa.
.
Pada bukit hijau yang membentang..
Aku merasuk pada celah semesta
Agar saat senja tanda kelam datang
Ia tak merenggut senyum tawa...
.
Mengukir jejak disini
Tanpa kubawa kembali apa yang memjerembab raga. .
Sudah, ku tinggalkan disini
Lepas, ku tinggal pergi
Hingga aku lega
Sampai aku bahagia..


Tulis cerita menarikmu di Penna!

Tags :

1 57 reads

resti tri herdiyanti@dererez

Follow
Comments • 0