Kamu gak bisa menulis? kita sama

Ada ketakutan dalam diri yang membuat kita merasa ide-ide kita tak bisa dituangkan kedalam bentuk tulisan. Bisa rasa takut, malu, ragu, tidak ada waktu, dan lain sebagainya. Hal-hal itu yang selalu menghantui jari-jari manis kita.

5 months ago - 7 min read
your-image

Dengan menulis kita bisa menjadi siapa saja, berperan sebagai apa, dan ingin jalan cerita yang bagaimana kita bisa mewujudkanya.

Kalau saya ditanya menulis itu apa? saya akan menjawabnya sebagai berikut:

  • Menulis itu mengikat sejuta makna

  • Menulis itu membebaskan belenggu jiwa

  • Menulis itu tentang berbagi

  • Menulis itu melepaskan penat dalam diri

  • Menulis itu jembatan untuk menyelami diri

  • Menulis itu hal yang kelihatannya mudah tapi susah

  • Menulis itu ...

Banyak sekali deskripsi tentang kata menulis, tergantung dari background kita masing-masing.


Tulisan dibawah adalah tentang hasrat saya untuk menulis dan pengalaman saya kenapa akhirnya mengembangkan Penna.

Di tahun 2007 ketika saya masih mahasiswa dan baru belajar tentang ilmu pemrograman web (walaupun saya bukan anak Informatika), mimpi saya adalah membuat blog sendiri dan berbagi hal-hal yang saya ketahui.

Setelah belajar kesana kemari ehh ternyata ada Blogspot dan Wordpress. Akhirnya saya daftar dan apa daya.. saya belum nulis 1 artikelpun. :D

Di tahun 2010, akhirnya sok-sokan pakai domain sendiri ridwanpujakesuma.com dan pengen engine-nya buat sendiri (karena saat itu baru kenalan pemrograman PHP), tahulah cara client-server bekerja dan bisa coding dikit-dikit tentang CRUD (Create Read Update Delete). Yasudah akhirnya saya coba buat. Ehhhh malah gak jadi-jadi. :D wkwk

Di tahun 2012, saya ada kesempatan untuk menjadi Wordpress Developer, berkenalan dengan teman-teman IdEA (Indonesian Envato Authors) banyak hal-hal ilmu yang saya dapat (nanti dilain kesempatan saya akan cerita tentang teman-teman IdEA yang luar biasa semuanya).

Setelah saya tahu bagaimana membuat Themes, mulai lagi sok-sokan pengen buat rpujakesuma.com dengan Wordpress tapi dengan menggunakan themes yang saya buat sendiri. Tau apa yang terjadi? yaaaa GAGAL lagi nulisnya. :D  Hahaa

Akhirnya saya merenung, kenapa sih kok gak nulis-nulis T_T. Apa emang karena tidak ada waktu, enginenya yang kurang, atau apa?

Ada hal-hal yang membuat saya tidak mau atau sulit menulis:

  1. Engine yang ada tidak membuat saya tertarik

  2. Mental blocking dalam diri (malu, takut, tidak ada waktu, dll)

  3. Kesempatan

Tiga poin tersebut harus saya selesaikan untuk bisa tergerak mau untuk menulis.


Di tahun 2015, saya akhirnya berkenalan dengan Medium.com dan Maptia.com, platform blogging yang keren abis (yang membuat saya tergerak untuk ingin menulis). Baru tergerak ni ya :D. Ketika berkenalan saya langsung jatuh cinta. Dan bukannya ingin menulis, saya malah ingin membuat dengan versi saya sendiri. (Ini mah udah bawaan lahir berarti ya.. wkwk :D)

Dan saya pasti bertanya selalu kedalam diri, ini bisa keren gini gimana cara ngebuatnya?

Tanpa pikir panjang saya langsung riset dan membuat pertanyaan-pertanyaan kecil. Contoh pertanyaan yang saya buat sebagai berikut:

  1. Itu bisa keren gitu yang digunain apa saja engine-nya?

  2. UI-UXnya bisa bagus itu gimana ceritanya?

  3. Bagaimana cara membuatnya?

Maklum saya tipe yang lebih suka menggunakan karya sendiri. Kalau flashback saat masih SMA, ketika manggung PENSI saya selalu membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri, dari 3 lagu yang saya bawakan 2 lagu ciptaan sendiri. :D

Dari hal-hal diatas akhirnya saya melihat kedalam diri kemampuan apa yang harus saya kuasai untuk mewujudkannya.

  • Web Design

    Untuk menguasai sebuah Web Design saya harus mengetahui tentang User Interface (UI) yang mencakup coloring, grid, composition, branding, dan lain sebagainya.

  • Front-end
    Disini saya harus menguasai tentang Html, Css, Javaskript, Mobile Responsive dan User Experience (UX). Dan Html Frameworknya saya menggunakan Zurb Foundation.

  • Back-end
    Disini yang agak berat, karena saya harus memilih. Memilih itu berat kawan! :D Karena saya hanya familiar dengan bahasa PHP maka saya menggunakan PHP Framework.
    Dari berbagai macam PHP Framework yang saya kuasai, padahal cuma 2 pakai berbagai.. wkwk :D saya hanya menguasai Code Igniter dan Laravel, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Laravel. Untuk Database sendiri saya memilih untuk kombinasi MySQL dan MongoDB dengan berbagai pertimbangan, bahasa kerennya Hybrid.

Pulang dari kantor, sampai rumah buka laptop kerjain sampai malam. Besoknya begitu lagi, waktu libur lagi main ke Mall bawa laptop kerjain lagi di Cafe atau di rumah makan. Hari-hari saya lewati, tidak ada target muluk-muluk hanya ingin mewujudkannya saja. Just DO it!

Banyak hal-hal teknis yang saya lewati, sangat menambah pengalaman buat saya pribadi dalam mengembangkan sebuah plaform. Baik dari pemilihan text-editor yang ada sampai akhirnya membuat text-editor sendiri. Pemilihan backend yang tepat dan akhirnya jatuh cinta ke Laravel. Sampai ditengah-tengah perjalanan sempat terbersit untuk databasenya pengen nyobain Neo4J dan akhirnya lebih menerapkan Hybrid (MySQL-MongoDB).

Singkat cerita, jadilah engine yang saya impi-impikan ^_^. Saya memberinya nama Penna karena identik dengan menulis.

Dan alhamdulillah sampai tulisan ini dibuat sudah ada 107 user yang bergabung. Dari feedback yang didapat sangat menambah energi buat saya untuk mengembangkannya.

Terima kasih banyak saya ucapkan untuk early adapter atau pengguna pertama Penna (107 user pertama). Thanks So Much and Keep Posting!


Alasan saya mengembangkan Penna? Alasan saya cuma satu, saya ingin menulis dengan platform yang saya create sendiri. (maklum yang ini bawaan lahir) :D

Tugas mulia lain yang diemban:

  • Mengajak Pemuda Indonesia untuk rajin membaca

  • Mengajak Pemuda Indonesia untuk menjadi penulis yang creative dengan menuangkan ide-idenya sendiri

  • Mengembangkan Platform Blogging rasa Indonesia (selain platform yang dikembangkan sendiri, konten yang ada isinya tentang Indonesia)


Salam Sumpah Pemuda Indonesia yang jatuh pada hari esok, kamis 28 Oktober 2016.

Semoga Pemuda Indonesia makin bisa memberi kontribusi lebih untuk bangsa ini dan tidak mengecewakan para pendahulu kita yang sudah memerdekakan bangsa ini.

Salam dari Bandung - Ridwan Pujakesuma.

Tulis cerita menarikmu di Penna!

Tags : Menulis Membaca Pemuda Indonesia Hari Sumpah Pemuda Indonesia

2 210 reads

Ridwan Pujakesuma@ridwan

Fullstack Developer. I love code and design. Founder of Penna

Follow
Comments β€’ 12

Yudhie S. @dhievm β€’ 4 months ago

Wih pengalaman yang inspiratif.. Terus kembangkan lagi mas, ini platform blogging pertama saya, setelah dari tahun 2010-2016 utak atik blog gratisan hingga mencoba SelfHosting tapi gagal. πŸ˜…πŸ˜…β˜Ί tulisanmu ini mulai menginspirasi. Lanjutkan. Penna.id pasti bisa lebih keren lagi. πŸ‘
Reply β€’ View All 9 Replies

Ridwan Pujakesuma @ridwanβ€’ 4 months ago

Siappp segera tak buat itu fitur messagenya plus akun sosmednya :D. Ada, dia add ya https://web.facebook.com/ridwanpujakesuma
Reply

Iqbal Surya @masbos β€’ 5 months ago

Inspired suhu! β˜ΊοΈπŸ‘ŒπŸ‘
Reply

Ridwan Pujakesuma @ridwanβ€’ 5 months ago

Suwunnn BaL dah maen kemari.. Dtunggu tulisanmu tentang Bisnis Online yg lg trend sekarang ya.. hhee πŸ˜„
Reply